Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Heni
● online
Heni
● online
Halo, perkenalkan saya Heni
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
Beranda » Uncategorized » Minyak Atsiri Temu Putih, Temu Ireng dan Temu Mangga: Identifikasi Komponen Kimia, Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri serta Uji Hedonik Sebagai Aromaterapi Pengharum Ruangan
click image to preview activate zoom
Diskon
5%

Minyak Atsiri Temu Putih, Temu Ireng dan Temu Mangga: Identifikasi Komponen Kimia, Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri serta Uji Hedonik Sebagai Aromaterapi Pengharum Ruangan

Rp 198.000 Rp 208.000
Hemat Rp 10.000
KodeMAT-78
Stok Tersedia
Kategori Uncategorized
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Minyak Atsiri Temu Putih, Temu Ireng dan Temu Mangga: Identifikasi Komponen Kimia, Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri serta Uji Hedonik Sebagai Aromaterapi Pengharum Ruangan

Beberapa jenis empon-empon lokal yang umum dikenal di Indonesia, antara lain temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe), temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) dan temu mangga (Curcuma mangga Val.). Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka eksplorasi pemanfaatan  minyak atsiri temu putih, temu ireng dan temu mangga sebagai antioksidan, antibakteri dan aromaterapi pengharum ruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri temu putih, temu ireng dan temu mangga berturut-turut mengandung 24, 19 dan 14 komponen kimia yang semua telah teridentifikasi. Komponen kimia terbesar dalam minyak atsiri temu putih, temu ireng dan temu mangga, berturut-turut adalah kamfor, iso-valeral dan pentadekana (dengan kadar sebesar 11,40%; 44,92%; dan 38,51%). Minyak atsiri temu mangga (IC50=54,82 ppm) dan temu ireng (IC50=64,33 ppm) termasuk katagori antioksidan kuat, sedangkan  minyak atsiri temu putih (IC50=118,30 ppm) termasuk katagori antioksidan sedang. Minyak atsiri temu mangga mempunyai aktivitas antibakteri S. aureus ATCC 25923 yang termasuk katagori kuat (zona inhibisi=11,13 mm), sedangkan aktivitas antibakteri S. aureus ATCC 25923 minyak atsiri temu putih (zona inhibisi=10,24 mm) dan temu ireng (zona inhibisi=8,81 mm) termasuk katagori sedang. Minyak atsiri temu putih, temu ireng, dan temu mangga tidak memiliki aktivitas antibakteri E. coli ATCC 25922. Hasil uji hedonik minyak atsiri sebagai aromaterapi pengharum ruangan menunjukkan bahwa semua minyak atsiri baik minyak atsiri temu mangga (nilai uji hedonik=3,25), temu ireng (nilai uji hedonik=2,75), dan temu putih (nilai uji hedonik=2,75) termasuk katagori cukup disukai panelis.

Minyak Atsiri Temu Putih, Temu Ireng dan Temu Mangga: Identifikasi Komponen Kimia, Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri serta Uji Hedonik Sebagai Aromaterapi Pengharum Ruangan

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 64 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout